Video

Gerindra Gabung Koalisi Jokowi, Mungkinkah?

Sebagai kesatria, Prabowo sudah berjanji akan mengikuti apa kata pendukungnya. Dia berjanji akan berjuang bersama rakyat sampai titik darah penghabisan.

Sejauh ini militansi pendukung Prabowo belum mengendur. Mereka tetap menuntut Jokowi didiskualifikasi karena melakukan kecurangan terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

Godaan politik semacam ini bukan untuk pertamakalinya disodorkan kepada Prabowo. Pada Pilpres 2014 selepas kalah dari Jokowi-JK, Golkar, PPP, dan PAN menyeberang. Prabowo bersama PKS tetap bertahan di Koalisi Merah Putih (KMP).

Pada awal pencalonan Pilpres 2019 Prabowo kembali digoda. Dia diiming-imingi Luhut Panjaitan menjadi cawapres Jokowi. Dia tinggal duduk manis dan terima bersih menjadi wapres. Kalau Prabowo bersedia kemungkinan akan terwujud calon tunggal. Namun Prabowo juga tidak bersedia.

Tak lama setelah pemungutan suara tanggal 17 April lalu kubu Jokowi melalui Luhut Panjaitan juga kembali gencar mengajak Prabowo bertemu. Semuanya ditolak. Namun belakangan Prabowo bersedia bertemu Wapres Jusuf Kalla.

Apakah setelah berbagai penolakan itu kini Prabowo bersedia melakukan kompromi?

Sejarah akan mencatat konsistensi antara ucapan dan perbuatan Prabowo.

Mumpung masih dalam bulan Ramadhan perlu diingatkan, bahwa dalam Islam kualitas amal seseorang dinilai pada amalan akhirnya. Berakhir baik (husnul khatimah), atau berakhir buruk (su’ul khotimah) end

Simak dan subscribe kanal Youtube Hersubeno Point

Facebook Comments
Tags
Show More
Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker